BERANDA
PROGRAM STUDI 
S1 ADMINISTRASI NIAGA
D3 MANAJEMEN ADMINISTRASI
D1 MANAJEMEN ADMINISTRASI
D4 SEKRETARI
D3 SEKRETARI
D1 SEKRETARI
S1 MANAJEMEN
S1 AKUNTANSI
S2 MAGISTER MANAJEMEN
S1 SISTEM INFORMASI

 

 
S2 MAGISTER MANAJEMEN
Analisis Hubungan Dan Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kualitas Dosen Terhadap Kepuasan Pelanggan Serta Dampaknya Terhadap Perilaku Purna Penggunaan Jasa Di Lingkungan Kampus Ungu

Download File(s) | File 1 |


Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan dan pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas dosen terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa dan alumni) dan dampaknya terhadap perilaku purna penggunaan jasa pendidikan di lingkungan Kampus Ungu. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk mendapatkan data sekunder peneliti memanfaatkan sumber dokumentasi yang relevan dengan masalah penelitian. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis statistik menggunakan aplikasi software SPSS. for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan dalam hal ini kepuasan mahasiswadan alumni, memiliki hubungan yang kuat dan positif yang diperlihatkan dengan harga koefisien korelasi r sebesar 0,658. Sementara pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 43,4% dan sisanya 56,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Begitupun antara kualitas dosen dengan kepuasan pelanggan juga memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan koefisien r sebesar 0,646. Pengaruh kualitas dosen terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa dan alumni) sebesar 41,8% dan sisanya 58,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sedangkan secara bersama-sama antara kualitas pelayanan dan kualitas dosen dengan kepuasan pelanggan (baca: mahasiswa dan alumni) juga memiliki hubungan yang kuat dan positif yang ditunjukkan dengan koefisien r sebesar 0,721. Sementara pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas dosen secara bersama-sama terhadap kepuasan pelanggan sebesar 52% dan sisanya 48% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Dampak kepuasan pelanggan (mahasiswa dan alumni) terhadap perilaku setelah penggunaan jasa juga memiliki hubungan yang kuat dan positif sebagaimana ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,682. Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap perilaku purna penggunaan jasa sebesar 46,5%, sedangkan sisanya 53,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hubungan antara kualitas pelayanan dengan perilaku purna penggunaan jasa sebesar r = 0,586. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, sementara hubungan antara kualitas dosen dengan perilaku purna penggunaan jasa sebesar r = 0,617. Hal ini juga menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Secara bersama-sama hubungan antara kualitas pelayanan dan kualitas dosen dengan perilaku purna penggunaan jasa menghasilkan r = 0,665. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Dan pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas dosen secara bersama-sama terhadap perilaku purna penggunaan jasa dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi R2 sebesar 44,2%, dan sisanya 54,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sementara pengaruh kualitas pelayanan terhadap perilaku purna penggunaan jasa ditunjukkan dengan nilai R2 sebesar 0.343. Artinya, 34,3% perilaku purna penggunaan jasa dipengaruhi oleh variabel kualitas pelayanan dan sisanya 65,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Begitupun pengaruh variabel kualitas dosen terhadap perilaku purna penggunaan jasa hanya sebesar 38,1%, sisanya 61,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas dosen secara sendiri-sendiri terhadap perilaku purna penggunaan jasa tidak optimal kalau bukan melalui kepuasan pelanggan. Sementara hasil uji hipotesis baik Uji F, Uji t maupun Uji Tingkat Signifikansi menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, antara variabel-variabel yang diteliti memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa antara variabel-variabel yang diteliti memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan.

Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kualitas Dosen, Kepuasan Pelanggan dan Dampak pada prilaku

 

S2 MAGISTER MANAJEMEN
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR 2 PADA PEMDA DKI JAKARTA

Download File(s) | File 1 |


Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan masyarakat pengguna Transjakarta Busway Koridor 2. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei dengan sampel adalah para masyakat pengguna Transjakarta Busway Koridor 2 pada Pemda DKI Jakarta.

Uji coba kuesioner dilakukan pada 10 responden untuk memahami konten kusioener tersebut dan kuesioner ini tidak diikutkan dalam pengolahan data. Ada sebanyak 115 kuesioner disebarkan selanjutnya diseleksi, kuesioner yang layak diolah ada 112 sedangkan sisanya 3 tidak layak untuk diolah karena cacat atau pengisiannya tidak sempurna.

Ada dua jenis pertanyaan pada kuesioner yakni: 1) Pertanyaan tertutup dengan skala ukuran sikap dari Likert, diurut dari sikap yang negatif sampai dengan sikap positif; 2) Pertanyaan terbuka yang bersifat komentar jawaban skala ukuran sikap dari Likert tersebut.

Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis statistik menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2003 dan Software SPSS 12.0 for windows.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa karakteristik responden masyarakat pengguna transjakarta busway koridor 2 pada DKI Jakarta mayoritas berumur antara 20 sampai dengan 30 tahun, yaitu sebesar 44,55 % atau 49 responden. Sedangkan untuk jenis kelamin, mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 51,82 % atau 57 responden. Untuk tingkat pendidikan, mereka mayoritas berpendidikan S1 yaitu sebesar 42,59 % atau 46 responden di mana penghasilan mereka mayoritas berpenghasilan kurang atau sama dengan 2 juta yaitu sekitar 45,16 % atau 42 responden. Untuk penggunaan busway dalam seminggu diperoleh bahwa mereka mayoritas menggunakan Transjakarta Busway antara 1 – 5 kali dalam seminggu (pergi - pulang).

Hasil analisis variabel kualitas pelayanan jasa transjakarta busway menunjukkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban tertinggi (maximum) pada variabel kualitas pelayanan jasa masyarakat pengguna transjakarta busway terdapat pada pertanyaan nomor 4 (Penampilan Petugas) dengan nilai 61,64 % yang berarti mempunyai pengaruh ”baik”. Persentase (%) nilai nomor jawaban terendah (minimum) pada variabel kualitas pelayanan jasa transjakarta busway terdapat pada pertanyaan nomor 6 (Jadwal) dengan nilai 52,15 % yang berarti mempunyai pengaruh ”cukup baik”. Rata-rata (Mean) persentasi dari variabel variabel kualitas pelayanan jasa transjakarta busway adalah 57,71 % yang berarti mempunyai pengaruh ”cukup baik”.

Hasil analisis variabel kepuasan masyarakat pengguna transjakarta busway dapat disimpulkan bahwa Persentase (%) nilai nomor jawaban tertinggi (maximum) pada variabel kepuasan masyarakat pengguna transjakarta busway terdapat pada pertanyaan nomor 4 dengan nilai 63,88 % yang berarti mempunyai pengaruh ”baik”. Persentase (%) nilai nomor jawaban terendah (minimum) pada variabel kepuasan masyarakat pengguna transjakarta busway terdapat pada pertanyaan nomor 6 dengan nilai 53,40 % yang berarti mempunyai pengaruh ”cukup baik”. Rata-rata (Mean) persentasi dari variabel variabel kepuasan masyarakat pengguna transjakarta busway adalah 57,64 % yang berarti mempunyai pengaruh ”cukup baik”.

Terdapat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen secara simultan atau dengan kata lain, terdapat hubungan antara variabel Kepuasan Masyarakat (Y) dengan Berwujud (Tangibles), Keandalan (Reliability), Ketanggapan (Responsiveness), Keyakinan (Assurance), dan Empati (Emphaty).

Hanya ada tiga (3) variabel independen yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen yaitu variabel Berwujud (Tangibles), Keyakinan (Assurance), dan Empaty (Emphaty). Sedangkan untuk kedua (2) variabel lainnya yaitu Keandalan (Reliability) dan Ketanggapan (Responsiveness) dan hasil regresi yang diperoleh bahwa kedua (2) variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kepuasan Masyarakat (Y).

Variabel Berwujud (Tangibles) mempunyai pengaruh terhadap Kepuasan Masyarakat dan arahnya pun sesuai dengan hipotesa yaitu positif. Variabel Keandalan (Reliability) mempunyai pengaruh secara negatif terhadap Kepuasan Masyarakat. Walaupun arahnya tidak sesuai dengan hipotesa tetapi Keandalan (Reliablity)) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Hal ini berarti jika kualitas pelayanan jasa Keandalan (Reliability) meningkat maka akan menurunkan Kepuasan Masyarakat, begitupun sebaliknya. Variabel Ketanggapan (Responsiveness) mempunyai pengaruh secara negatif terhadap Kepuasan Masyarakat. Walaupun arahnya tidak sesuai dengan hipotesa tetapi Ketanggapan (Responsivenes) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Hal ini berarti jika kualitas pelayanan jasa Ketanggapan (Responsiveness) meningkat maka akan menurunkan Kepuasan Masyarakat, begitupun sebaliknya. Variabel Keyakinan (Assurance) mempunyai pengaruh terhadap Kepuasan Masyarakat dan arahnya pun sesuai dengan hipotesa yaitu positif. Variabel Empaty (Emphaty) mempunyai pengaruh terhadap Kepuasan Masyarakat dan arahnya pun sesuai dengan hipotesa yaitu positif.

Kata kunci: Kualitas, Pelayanan, Jasa, Kepuasan, Masyarakat Pengguna Transjakarta Busway, Pemerintah Daerah DKI Jakarta

 

S2 MAGISTER MANAJEMEN
PENERAPAN BUDAYA KERJA UNGGULAN 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, DAN SHITSUKE) DI INDONESIA

Download File(s) | File 1 |


Saat ini Perusahaan/Organisasi dihadapkan pada persaingan yang sangat luar biasa. Perusahaan / Organisasi yang unggul, harus memiliki, dan mengimplementasikan Budaya Kerja Perusahaan / Organisasi yang unggul. Budaya Kerja Perusahaan / Organisasi yang diakui paling unggul di dunia adalah Budaya Kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Budaya Kerja 5S mudah dimengerti, tetapi adalah sangat sulit di terapkan. Di Indonesia sampai saat ini dari pengamatan, sangat sedikit yang berhasil menerapkan Budaya Kerja 5S, menjadi kebiasaan dan sikap kerja. Penelitian-penelitian mengenai keberhasilan penerapan Budaya Kerja 5S di Indonesia sangat minim sekali. Berdasarkan hal tersebut, penulis memperkirakan masalah kesuksesan penerapan budaya kerja 5S pada perusahaan/organisasi di Indonesia, akan serupa dengan negara lain yang telah sukses, yaitu bahwa “Kesuksesan Penerapan Budaya Kerja 5S” (Y), dipengaruhi oleh “Dukungan Manajemen Puncak” (X1), “Perencanaan yang Baik” (X2), “Pembentukan Struktur Manajemen yang Efektif” (X3), “Proyek Perintis” (X4), “Pelatihan yang Terus Menerus ke Seluruh Tingkat Karyawan” (X5), “Komunikasi yang Efektif” (X6) dan “Membangun Kemitraan antar Bagian maupun Personal” (X7). Hasil akhir dari kesuksesan penerapan 5S, antara lain: Menurunkan pemborosan, Meningkatkan mutu dan produktivitas, Menghindari kecelakaan kerja, Meningkatkan kinerja tim, Absensi yang rendah, Peningkatan dan perbaikan kinerja yang berkelanjutan, Peralatan kantor dan lokasi kerja yang teratur, rapi dan bersih, Gugus mutu yang berjalan dengan baik, Hasil produksi yang berkualitas baik, Keunggulan untuk mempunyai karyawan yang bermental maju dan bersikap dan berperilaku positif serta Langkah awal menuju perusahaan kelas dunia.

Kata Kunci: Budaya kerja, Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke.

 

S2 MAGISTER MANAJEMEN
MODAL SOSIAL MASYARAKAT KORBAN DALAM KONTEKS KEBIJAKAN PEMBEBASAN TANAH PROYEK BANJIR KANAL TIMUR (BKT) DI DKI JAKARTA

Download File(s) | File 1 |


Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dampak kebijakan pembebasan tanah proyek Banjir Kanal Timut (BKT) terhadap modal sosial masyarakat korban di DKI Jakarta. Riset menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis-deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik in-depth interview, FGD, studi dokumenter, dan observasi. Hasil studi membuktikan bahwa dampak kebijakan tanah proyek BKT terhadap modal sosial masyarakat korban terjadi pda dua lingkungan strategis. Pertama, destruksi lingkungan internal modal sosial meliputi kategori modal struktural, relasional dan kognitif, termasuk seluruh dimensi faktualnya; Kedua, proses reproduksi destruksi lingkungan sekitar modal sosial berupa pelanggaran hak asasi manusia, konflik kekerasan, trauma psikososial berkepanjangan, dan desintegrasi penggunaantanah perkotaan. Terbukti, destruksi modal sosial masyarakat korban berakar pada tipologi kebijakan pembebasan tanah proyek BKT, yakni: a) berfokus pada penggunaan NJOP (nilai jual obyek pajak) sebagai dasar perhitungan pembebasan tanah; dan b) menampilkan ciri khas dominasi kekuasaan pemerintah dan bersifat represif. Merujuk pada temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kebijakan pembebasan tanah proyek BKT, berbasis NJOP, terbukti berdampak destruktif, baik destruksi modal sosial maupun proses reproduksi destruksi modal sosial masyarakat korban secara sitematis.

Kata Kunci: Modal Sosial, Pembebasan Tanah, Kebijakan Publik, Proyek Banjir Kanal Timur, Komunitas Korban