BERANDA
PROGRAM STUDI 
S1 ADMINISTRASI NIAGA
D3 MANAJEMEN ADMINISTRASI
D1 MANAJEMEN ADMINISTRASI
D4 SEKRETARI
D3 SEKRETARI
D1 SEKRETARI
S1 MANAJEMEN
S1 AKUNTANSI
S2 MAGISTER MANAJEMEN
S1 SISTEM INFORMASI

 

 
D4 SEKRETARI
ANALISIS TUGAS SEKRETARIS MANAJER TEKNIK DAN SEKRETARIS TEKNISI DALAM MENDUKUNG KINERJA PIMPINAN (STUDI KASUS PADA PT. DANATEK INDERA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF)

Penulis : Robert Sagay, S.E., M.M. | Tahun : 2018

Download File(s) |


ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tugas Sekretaris Manager Teknik dan Sekretaris Teknisi dalam Mendukung Kinerja Pimpinan Pada PT. Danatek Indera Indonesia. Sekretaris adalah seorang pembantu pimpinan yang bertugas menerima pendiktean, menyiapkan surat-menyurat atau korespondensi, menerima tamu, mengingatkan pimpinan tentang kewajibannya yang resmi atau perjanjiannya serta melaksanakan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan peningkatan efektifitas kerja pimpinan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi partisipasif, wawancara terstruktur, penelitian perpustakaan dan diskusi pakar. Sampel di dalam penelitian kualitatif tidak dinamakan responden tetapi sebagai narasumber atau partisipan, informan dalam penelitian. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan April hingaa Agustus 2018.
Tugas sekretaris manager dan sekretaris teknisi pada PT. Danatek Indera Indonesia terdiri dari Tugas Rutin, Tugas Kreatif, Tugas Sosial dan Tugas Khusus. Semua tugas tersebut dikerjakan oleh sekretaris manager teknik dan sekretaris teknisi pada PT. Danatek Indera Indonesia. Menurut diskusi pakar yang dilakukann untuk menjadi seorang sekretaris dalam mendukung kinerja pimpinan sekretaris harus memiliki pendidikan khusus dibidang kesekretarisan minimal D3. Menguasai dan memahami keahlihan dan kemajuan teknologi di jaman modern.


Kata Kunci : Tugas Sekretaris Manager dan Tugas Sekretaris Teknik

 

D4 SEKRETARI
Analisis Kualifikasi Sekretaris Dalam Menunjang Kinerja Pimpinan Pada PT. Rotaryana Prima

Penulis : Asmulyati Azhar. S.Sos., MSi | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K



Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kualifikasi Sekretaris Dalam Menunjang Kinerja Pimpinan PT. Rotaryana Prima.

Sekretaris adalah orang yang menerima dikte dari pimpinan, menerima tugas atau perintah dari pimpinan untuk melaksanakan tugas-tugas, tulis-menulis untuk kepentingan atasan dalam hal-hal yang bersifat rahasia. Sekretaris mempunyai peranan dalam menunjang kinerja pimpinan dengan cara menyelesaikan semua tugas-tugasnya yang terdiri dari tugas rutin, tugas isidental, tugas keuangan, tugas resepsionis, tugas sosial dan tugas kreatif.

Adapun objek penelitian yang penulis teliti adalah Peranan Sekretaris Dalam Menunjang Kinerja Pimpinan PT. Rotaryana Prima. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi partisipasif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Sampel di dalam penelitian kualitatif tidak dinamakan responden tetapi sebagai narasumber, atau partisipan, informan, teman dan guru dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling yang peneliti gunakan adalah purposive sampling. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan April hingga Juli 2016.

Kualifikasi sekretaris pimpinan pada PT. Rotaryana Prima terdiri dari beberapa persyaratan yakni syarat pendidikan, syarat kepribadian, syarat pengetahuan, syarat keahlian serta syarat praktik. Semua persyaratan tersebut wajib dimiliki sekretaris yang bekerja pada PT. Rotaryana Prima guna menunjang kinerja pimpinan.

Peranan sekretaris dalam menunjang kinerja pimpinan sangatlah penting bagi pimpinan dalam suatu perusahaan. Guna menjadi sekretaris yang professional dan ahli dalam tugas-tugasnya sekretaris wajib memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan oleh PT. Rotaryana Prima.




Kata Kunci : Tugas sekretaris dan kualifikasi sekretaris

 

D4 SEKRETARI
Analisis Pengaruh Komunikasi Antar Pribadi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Sales and Branch Operation Division pada PT United Tractors Tbk Jakarta

Penulis : Soputan Demas Benny | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


ABSTRAKSI
Komunikasi antarpribadi yang dilakukan karyawan Sales and Branch Operation Division pada PT United Tractors Tbk adalah baik. Dimana dalam pelaksanaannya, komunikasi antarpribadi mempengaruhi perilaku antar karyawan. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar kepada 50 orang responden yang indikatornya adalah proses komunikasi antarpribadi saat ini dapat dikatakan sudah baik, komunikasi antarpribadi mempengaruhi motivasi kerja karyawan, komunikasi antarpribadi dilakukan secara intensif dapat membantu mengatasi masalah yang muncul dalam tim, komunikasi antarpribadi dapat mempercepat karyawan memahami informasi yang disampaikan, dalam pelaksanaannya komunikasi antarpribadi hanya dilakukan secara tertulis dengan memanfaatkan media surat elektronik seperti email, dengan adanya komunikasi antarpribadi tiap karyawan mempunyai tanggung jawab atas pekerjaan dari atasan, komunikasi antarpribadi dapat membantu mencapai tujuan dan target dari perusahaan, fasilitas atau media komunikasi antarpribadi yang ada saat ini dikatakan sudah sangat memadai, dan tiap ide dan gagasan yang ada harus selalu dikomunikasikan terlebih dahulu kepada atasan, dengan bobot nilai (5) Sangat Setuju, (4) Setuju, (3) Ragu-Ragu, (2) Tidak Setuju, (1) Sangat Tidak Setuju. Dari hasil penelitian yang didapat, persentase tertinggi adalah indikator yang menyatakan apabila komunikasi antarpribadi dilakukan secara intensif, dapat membantu mengatasi masalah yang muncul dalam tim dengan total nilai 228 (persentase 91,2%).

Motivasi kerja karyawan Sales and Branch Operation Division pada PT United Tractors Tbk adalah sangat baik. Dimana dalam pelaksanaannya, motivasi mempengaruhi perilaku antar karyawan. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar kepada 50 orang responden yang indikatornya adalah tiap karyawan diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, motivasi yang diberikan oleh atasan dapat memperbaiki kinerja, motivasi dapat mengurangi keluhan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan, motivasi dapat mengurangi keluhan dari karyawan Anda sendiri, faktor keamanan dalam pekerjaan selalu diutamakan, Anda puas atas prestasi yang telah dicapai dan motivasi dapat meningkatkan kerjasama dengan sesama karyawan, dengan bobot nilai (5) Sangat Setuju, (4) Setuju, (3) Ragu-Ragu, (2) Tidak Setuju, (1) Sangat Tidak Setuju. Dari hasil penelitian yang didapat, persentase tertinggi adalah indikator faktor keamanan dalam pekerjaan selalu diutamakan, dengan total nilai 250 (persentase 100%) dengan asumsi bahwa faktor keamanan dalam pekerjaan yang selalu diutamakan sudah sangat baik dilakukan. Tetapi untuk indikator yang menyatakan bahwa besarnya gaji disesuaikan dengan luasnya ruang lingkup pekerjaan Anda, dengan total nilai 180 (persentase 72%) dengan asumsi bahwa karyawan kurang menyetujui apabila besarnya gaji disesuaikan dengan luasnya ruang lingkup pekerjaan mereka.



Kata Kunci : Komunikasi Antar Pribadi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

 

D4 SEKRETARI
ANALISIS HUBUNGAN PELAYANAN TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA KURSUS DI LP3I COURSE CENTER (LCC) CUT MUTIA BEKASI TIMUR

Penulis : Rudy Simatupang | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelayanan, untuk mengetahui disiplin belajar siswa kursus, untuk mengetahui hubungan antara pelayanan dan disiplin belajar siswa kursus pada LCC Cut Mutia Bekasi Timur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis koefisien korelasi.
Hasil penelitian dengan korelasi menyatakan bahwa variabel X (pelayanan) dengan variabel Y (kepuasan peseta kursus) diperoleh angka r = 0,80% yang berarti hubungan antara pelayanan dan disiplin peserta kursus adalah sangat kuat (berada pada interval kisaran 0,80-1,00 = Sangat Baik). Sedangakan r square adalah 0,641% pengkuadratan dari koefisien korelasi 0,80. Dari hubungan variabel pelayanan dan disiplin belajar peserta kursus LCC Cut Mutia Bekasi Timur sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain diluar indikaot yang ada pada kedua variabel tersebut.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara pelayanan dan disiplin belajar peserta kursus di LCC Cut Mutia Bekasi Timur.



Kata Kunci : Pelayanan, Disiplin Belajar Peserta Kursus

 

D4 SEKRETARI
PENGARUH PELATIHAN SEKRETARIS DIREKSI TERHADAP AKTIVITAS PIMPINAN PT.BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS

Penulis : Rudy Simatupang.,S.Sos.,MM dan Benny D. Soputan.,S.Sos.,MM. | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K

“Pengaruh Pelatihan Sekretaris Direksi Terhadap Aktivitas Pimpinan PT. Bakrie Sumatera Plantations Jakarta”

Rudy Simatupang.,S.Sos.,MM.
Benny D. Soputan.,S.Sos.,MM.

Dari hasil pengolahan data variabel Pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 78,67 % yang terdapat pada kuesioner nomer 6 (enam), yaitu kuesioner mengenai kearifan sekretaris dalam berperilaku setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden berpendapat / menjawab kuesioner “Setuju”. Sedangkan persentase (%) nilai jawaban yang terkecil (minimal) adalah 72,67 % yang terdapat pada kuesioner nomor 3 (tiga), yaitu kuesioner mengenai keaktifan sekretaris dalam berbahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian rata-rata (mean) persentase dari variable pelatihan sekretaris ini adalah 76,67 % yang berarti jawaban sebagian responden adalah “Setuju”.
Dalam pembahasan analisis data dari variabel Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 76 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 9 (A9) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan sangat terbantu dalam memperoleh alternative-alternatif pengembangan perusahaan jika mempunyai sekretaris yang memiliki kreativitas tinggi. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”. Persentase (%) nilai nomor jawaban yang terendah (minimal) adalah 71,33 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 5 (A5) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan lebih cepat mengambil keputusan setelah sekretaris mempunyai keterampilan menangani surat dengan baik. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian persentase rata-rata (mean) dari variabel Aktivitas Pimpinan adalah 73,53% yang berarti sebagian responden berpendapat “Setuju”.
Dan dalam uji hipotesis terdapat hubungan variabel bebas dan variabel terikat atau pengaruh Pelatihan Sekretaris Direksi terhadap Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations. Dalam analisis tersebut diperoleh angka probabilitas (sig.) sebesar 0,000 pada 2 (dua) sisi. Jadi, jauh lebih kecil dibandingkan 0,05 atau dapat dikatakan (p) < 0,05. Maka dari itu H0 ditolak. Kesimpulan terakhir dari analisis ini adalah bahwa variabel Pelatihan Sekretaris dengan variabel Aktivitas Pimpinan saling berpengaruh atau signifikan.




Kata Kunci : Pelatihan Sekretaris dan Aktivitas Pimpinan

 

D4 SEKRETARI
PENGARUH KINERJA SEKRETARIS TERHADAP AKTIVITAS PIMPINAN PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL/IPC

Penulis : Mintarsih | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Untuk menguji Pengaruh Kinerja Sekretaris terhadap Aktivitas Pimpinan pada PT. Indonesia Kendaraan Terminal/IPC, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Kinerja Sekretaris dalam melaksanakan tugas-tgasnya untuk meringankan beban pimpinan dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan seorang sekretaris dapat lebih meningkatkan kinerjanya, supaya dapat lebih memberikan kenyamanan bekerja bagi pimpinan dalam melakukan aktivitasnya.
Dalam penulisan ini penulis menggunakan teknik Analisis Deskriptif dimana penulis berusaha memberikan gambaran tentang Kinerja Sekretaris ( X ) dan Aktivitas Pimpinan ( Y ) serta mengetahui kedua variabel tersebut dengan menggunakan analisa korelasi dan regresi, berdasarkan gambaran dan keterangan yang diperoleh .
Kesimpulan terakhir mengenai deskripsi kinerja sekretaris adalah sangat baik dan
aktivitas pimpinan adalah baik. Sedangkan Kinerja Sekretaris terhadap Aktivitas Pimpinan PT. Indonesia Kendaraan Terminal diperoleh hasil analisis korelasi yang positif dengan hubungan yang kuat dimana pengujian hipotesis diperoleh hasil H0 ditolak, sehingga dapat ditarik kesimpulanbahwa ada pengaruh yang signifikan antara Kinerja Sekretaris terhadap Aktivitas Pimpinan pada PT. Indonesia Kendaraan Terminal/IPC.




Kata Kunci : Kinerja Sekretaris dan Aktivitas Pimpinan

 

D4 SEKRETARI
Analisi Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT. Mandiri Trans Utama

Penulis : Eddy Suryadi | Tahun : 2015

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Kajian utama mengenai analisis hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada PT Mandiri Trans Utama. Dimana pengembangan pembahasan berdasarkan data-data yang terkumpul langsung dari PT Mandiri Trans Utama dengan menggunakan analisis koefisien berganda yang dibantu dengan aplikasi SPSS 17, akan terlihat bahwa kualitas pelayanan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada para pelanggan dan dengan demikian dapat meningkatkan kemajuan perusahaan. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi kepuasan pelanggan dan persepsi pelanggan terhadap mutu pelayanan adalah bagaimana menangani keluhan pelanggan.
Dari hasil perhitungan koefisien korelasi antara kualitas pelayanan terhadapa kepuasan pelanggan diperoleh nilai r = 84% (sangat memuaskan) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan dalam tingkat sangat baik. Selain itu diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar (R2) 70% hal ini menunjukan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan sebesar 70% dan sisanya sebesar 30% dipengaruhi oleh faktor lain.
Secara keseluruhan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan pada PT Mandiri Trans Utama adalah memuaskan




Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan dan PT Mandiri Trans Utama

 

D4 SEKRETARI
Analisis Pengaruh Pelaksanaan Tugas Sekretaris Terhadap Kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis Pada PT Angkasa Pura I (PERSERO)

Penulis : Nina Susanti | Tahun : 2014

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Tujuan penelitian ini secara keseluruhan untuk memenuhi persyaratan pengambilan gelar sarjana D IV pada stads asmi dan untuk mengetahui apakah pelaksanaan tugas sekretaris dapat mempengaruhi kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis PT Angkasa Pura 1 (PERSERO). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis koefisien korelasi, analisis regresi linear sederhana.
Hasil penelitian dengan korelasi menyatakan bahwa variabel X (pelaksanaan tugas sekretaris) dengan variabel Y (kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis) diperoleh angka R = 0.504% yang berarti pengaruh pelaksanaan tugas sekretaris terhadap kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis PT Angkasa Pura 1 (PERSERO) adalah sangat baik (berada pada interval 0,80-1.00 = sangat baik) sedangka R Square adalah 0,254% atau 25% adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi 0,147. R Square biasa juga disebut koefisien determinasi, yang dalam hal ini berarti 25% adalah pengaruh dari variabel pelaksanaan tugas sekretaris terhadap variabel kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis PT Angkasa Pura 1 (PERSERO) sedangkan sisanya sebesar (100%-25% = 75%) dijelaskan oleh faktor lain diluar indikator yang ada pada kedua variabel tersebut, seperti kompetitor, tekanan pekerjaan yang belum terealialisasikan oleh Direktur Operasi dan Teknik, stress karyawan, permasalahan dengan rekanan perusahaan yang terkait dengan kerjasama pengembangan bandara, dan lain-lain.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara pelaksanaan tugas sekretaris terhadap kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis.



Kata Kunci : Kata Kunci : Pelaksanaan Tugas Sekretaris, dan Kinerja Deputi Direktur Teknik Perencanaan dan Spesifikasi Teknis

 

D4 SEKRETARI
Hubungan Motivasi Dengan Penilaian Prestasi Kerja Karyawan PT Indolakto

Penulis : Eddy Suryadi | Tahun : 2014

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Tujuan penelitian ini secara keseluruhan untuk memenuhi persyaratan pengambilan gelar Sarjana Sains Terapan (DIV) pada stads asmi dan untuk mengetahui bagaimana pemberian motivasi yang baik terhadap karyawan secara adil dan layak serta tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, sehingga dapat menciptakan karyawan yang produktif serta penilaian prestasi kerjanya baik.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif korelasional, yaitu metode yang bermaksud meneliti hubungan melalui pengujian hipotesa. Hubungan yang dicari itu disebut korelasi.
Hasil penelitian dengan korelasi menyatakan bahwa variabel X (Motivasi) dengan variabel Y (Penilaian Prestasi Kerja) diperoleh hasil koefisien korelasi R adalah kuat (0,643). R Square adalah nilai pangkat dari regresi yaitu sebesar 41%, yang berarti pengaruh motivasi terhadap penilaian prestasi kerja adalah sebesar 41% dan sisanya 59% dipengaruhi oleh faktor lain.



Kata Kunci : Kata Kunci : Motivasi dan Penilaian Prestasi Kerja

 

D4 SEKRETARI
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Departemen Warehouse pada PT. Yamaha Indonesia

Penulis : Diyah Wahyuningsih, SE, MM dan Charles B. Wangke, SE,MM. | Tahun : 2014

Download File(s) | File 1 |


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan Departemen Warehouse Pada PT. Yamaha Indonesia.
Motivasi merupakan pendorong timbulnya semangat atau dorongan kerja. Kuat dan lemahnya motivasi seseorang berpengaruh terhadap besar kecilnya prestasi yang diraih. Sedangkan kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan departemen warehouse pada PT. Yamaha Indonesia yang berjumlah sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik acak sederhana (simple random sampling), pengambilan sampel juga menggunakan rumus Slovin yang totalnya menjadi 52 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, analisis inferensial yang terdiri dari koefisien kolerasi, koefisien penentu, uji signifikan yang menggunakan Sig., regresi linier sederhana, dan uji normalitas.
Hasil analisis penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan memiliki hubungan yang kuat yaitu r (Koefisien Kolerasi) = 0,717 yang telah dikemukakan oleh Sugiyono (2014) dan KP (Koefisien Penentu) = 51,4%. Hasil output data yang telah diolah menggunakan software SPSS 20 seperti yang terihat pada Tabel 4.51 pada kolom Sig. F Change = 0,000. Karena nilai signifikan 0.000 yang bernilai kurang dari α = 0.05, oleh karena itu keputusan adalah tolak H0.
Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi (X) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Departemen Warehouse pada PT Yamaha Indonesia.



Kata Kunci : Kata kunci: Motivasi dan Kinerja Karyawan

 

D4 SEKRETARI
PENGARUH PELATIHAN SEKRETARIS DIREKSI TERHADAP AKTIVITAS PIMPINAN PT.BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS

Penulis : Rudy Simatupang.,S.Sos.,MM dan Benny D. Soputan.,S.Sos.,MM | Tahun : 2013

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
Dari hasil pengolahan data variabel Pelatihan Sekretaris Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 78,67 % yang terdapat pada kuesioner nomer 6 (enam), yaitu kuesioner mengenai kearifan sekretaris dalam berperilaku setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden berpendapat / menjawab kuesioner “Setuju”. Sedangkan persentase (%) nilai jawaban yang terkecil (minimal) adalah 72,67 % yang terdapat pada kuesioner nomor 3 (tiga), yaitu kuesioner mengenai keaktifan sekretaris dalam berbahasa Inggris setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian rata-rata (mean) persentase dari variable pelatihan sekretaris ini adalah 76,67 % yang berarti jawaban sebagian responden adalah “Setuju”.
Dalam pembahasan analisis data dari variabel Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations, dapat disimpulkan bahwa persentase (%) nilai nomor jawaban yang tertinggi (maksimal) adalah 76 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 9 (A9) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan sangat terbantu dalam memperoleh alternative-alternatif pengembangan perusahaan jika mempunyai sekretaris yang memiliki kreativitas tinggi. Sebagian besar responden menjawab “Setuju”. Persentase (%) nilai nomor jawaban yang terendah (minimal) adalah 71,33 %. Yaitu yang terdapat pada kuesioner nomer 5 (A5) mengenai pernyataan bahwa pimpinan akan lebih cepat mengambil keputusan setelah sekretaris mempunyai keterampilan menangani surat dengan baik. Sebagian besar responden menjawab “Cukup Setuju”. Kemudian persentase rata-rata (mean) dari variabel Aktivitas Pimpinan adalah 73,53% yang berarti sebagian responden berpendapat “Setuju”.
Dan dalam uji hipotesis terdapat hubungan variabel bebas dan variabel terikat atau pengaruh Pelatihan Sekretaris Direksi terhadap Aktivitas Pimpinan PT Bakrie Sumatera Plantations. Dalam analisis tersebut diperoleh angka probabilitas (sig.) sebesar 0,000 pada 2 (dua) sisi. Jadi, jauh lebih kecil dibandingkan 0,05 atau dapat dikatakan (p) < 0,05. Maka dari itu H0 ditolak. Kesimpulan terakhir dari analisis ini adalah bahwa variabel Pelatihan Sekretaris dengan variabel Aktivitas Pimpinan saling berpengaruh atau signifikan.




Kata Kunci : Kata Kunci : Pelatihan Sekretaris dan Aktivitas Pimpinan

 

D4 SEKRETARI
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT DENAPELLA LESTARI DI BEKASI

Penulis : Marisi Pakpahan dan Rildi Pramudya | Tahun : 2013

Download File(s) | File 1 |


ABSTRAK
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Denapella Lestari di Bekasi.
Rildi Pramudya dan Marisi Pakpahan, S.E, M.M

Perusahaan tidak dapat dipisahkan dari manusia sebagai roda penggerak utama di dalamnya. Kinerja manusia perusahaan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: kemampuan (kompetensi), motivasi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan di PT. Denapella Lestari, Bekasi.
Indikator variabel motivasi kerja yaitu gaji yang diberikan, tunjangan yang diberikan, fasilitas, penghargaan terhadap karyawan, dan kesempatan berkembang. Indikator variabel lingkunga kerja yaitu suasana kerja, hubungan dengan pimpinan dan rekan kerja, serta tersedianya fasilitas kerja, sedangkan indicator variabel kinerja karyawan adalah kuantitas, kualitas, keandalan, kehadiran, inisiatif dan kemampuan bekerja sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Denapella Lestari berjumlah 45 orang. Teknik sampel menurut Slovin menghasilkan jumlah minimum pengambilan sampel sebesar 41 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas serta analisa regresi berganda, koefisien determinasi (R˛) dan analisis signifikansi regresi dengan uji t.
Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) bagi masing-masing variabel X diperoleh nilai signifikansi lebih besar dari nilai alfa sebesar 0.005 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukan bahwa secara parsial, tidak ada pengaruh motivasi kerja maupun lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh nilai tingkat signifikasi lebih besar dari 0.05 sehingga hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak. Hal ini menunjukan bahwa secara simultan, tidak ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi (R- square) menunjukan bahwa keragaman pada variabel terikat, kinerja karyawan, hanya dapat dijelaskan sebesar 5.7% yang berasal dari keragaman variabel bebas pada model, yaitu motivasi kerja dan lingkungan kerja. Sedangkan, sisanya 94.3% keragaman kinerja karyawan dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Hasil analisis statistik memperlihatkan menyimpulkan bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan, serta Lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, juga ditemukan bahwa Motivasi kerja dan lingkungan kerja tidak berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan di PT Denapella Lestari. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui juga bahwa lingkungan kerja di PT Denapella Lestari memberikan pengaruh lebih tinggi dibandingkan motivasi kerja, karena memiliki nilai signifikansi yang lebih kecil dibandingkan motivasi kerja. Hal yang juga ditemukan yaitu Karyawan PT Denapella Lestari dengan kinerja baik justru memiliki nilai skor motivasi dan lingkungan yang rendah. Kedua hal di atas dapat menjadi masukan pertimbangan bagi manajemen PT Denapella Lestari untuk perkembangan bagi peningkatan kinerja sumber daya manusia di masa mendatang.



Kata Kunci : Kata kunci : Motivasi kerja, Lingkungan kerja, Kinerja Karyawan

 

D4 SEKRETARI
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA FUNGSI VP RELIABILITY DI PT. PERTAMINA (PERSERO)

Penulis : Medi Purnomo | Tahun : 2013

Download File(s) | File 1 |


A B S T R A K
“Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap kinerja Kerja Karyawan pada VP Reliability di PT Pertamina (Persero)”.

Tujuan penelitian ini secara keseluruhan untuk mengetahui depenelitian Gaya Kepemimpinan Manajer Produksi Terhadap Kinerja Karyawan.

Gaya Kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu cara bagaimana seseorang pemimpin mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengendalikan bawahannya dengan cara-cara tertentu, sehingga bawahan dapat menyelesaikan tuga pekerjaannya secara efektif dan efisien. Kinerja adalah cara perseorangan atau kelompok dari suatuu organisasi menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas.

Metodologi penelitian ini yang digunakan statisitk deskriptif mengenai gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan serta statistik inferensial untuk analisis koefisien korelasi, analisis regresi linier dengan sumber data primer lewat penyebaran kuesioener kepada karyawan

Kesimpulan terakhir mengenai penelitian gaya kepemimpinan adalah baik dan kinerja karyawan adalah baik. Sedangkan Gaya Kepemimpinan Manajer Produksi Terhadap Kinerja Karyawan diperoleh hasil analisis korelasi yang positif dengan hubungan yang kuat dimana pengujian hipotesis diperoleh hasil H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh signifikan antara Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada VP Reliability di PT. Pertaminan (Persero)




Kata Kunci : Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kinerja, PT. Pertamina (Persero)